Melihat Budaya Bali dari Dekat di Desa Penglipuran Bali

  • Whatsapp
via: pulaubali.id

Tata ruang di Desa Penglipuran juga tampak rapi dan bersih. Ditambah dengan udaranya yang sejuk semakin menambah daya tarik desa ini. Di sebelah utara desa terdapat pura yang disebut dengan Penataran.

Lokasi pura ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rumah para penduduk. Tepat dibawah pura atau ditengah desa merupakan pemukiman penduduk desa. Pada bagian akhir, terdapat kuburan atau disebut sebagai setra. Masyarakat Desa Penglipuran menganut agama Hindu, namun uniknya mereka tidak melakukan ngeben ketika ada penduduk yang meninggal.

Read More

Terdapat 226 kepala keluarga yang menghuni Desa Penglipuran dengan mata pecaharian sebagai peternak, pengrajin anyaman dari bambu, dan petani. Luas desa ini sekitar 112 hektar, dimana sekitar 40% dari lahan tersebut digunakan untuk hutan bambu. Untuk menebang pohon bambu di hutan ini, perlu persetujuan dari tokoh desa.

Yang paling menarik dari desa ini adalah larangan untuk para laki-laki melakukan poligami. Larangan ini diberlakukan untuk menghormati wanita. Laki-laki yang melanggar aturan ini akan dihukum dengan cara dikucilkan.

Selain itu, hukuman tegas juga diterapkan bagi orang yang ketahuan mencuri di desa ini. Hukumannya adalah memberi sesajen berupa lima ekor ayam dengan warna bulu berbeda. Sesajen ini diberikan di pura leluhur yang berjumlah empat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *