Via: kumparan.com

Jellajah.com – Selain keindahan alam yang yang eksotis, di Nusa Tenggara Timur juga terdapat wisata kampung adat yang memiliki daya tarik tersendiri. Ada tiga kampung adat yang bisa dijadikan sebagai wisata budaya yaitu Bena, Wae Rebo, dan Gurusina. Kampung adat Gurusina merupakan kampung adat paling tua di Flores yang hingga kini tetap memegang teguh warisan leluhur. Karena itulah banyak wisatawan yang berdatangan untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang budaya kampung adat Gurusina.

Tidak hanya itu, wisatawan yang berkunjung juga akan disuguhi dengan pemandangan yang sangat menarik. Pasalnya Kampung adat Gurusina terletak di lereng gunung Inerie. Gunung ini merupakan satu diantara gunung api yang tertinggi di wilayah Pulau Flores. Maka tidak heran kebanyakan wisatawan lebih menyukai trekking daripada menggunakan kendaraan ketika berkunjung ke kampung ini. Dengan trekking, wisatawan dapat menikmati pemandangan lereng Gunung Inerie.

Keunikan wisata budaya kampung Gurusina

Kampung adat Gurusina terletak di Kabupaten Ngada, tepatnya di Kecamatan Jarebu’u. Kampung ini memiliki nama lain yaitu Kampung Megalitikum Gurusina. Hal ini dikarenakan di Kampung adat Gurusina terdapat batu-batu megalitikum yang berada di tengah kampung dengan posisi berdiri tegak. Keberadaan batu-batu megalitikum tersebut menjadi ciri khas dari Kampung adat Gurusina.

Kampung adat Gurusina sendiri ditemukan oleh misionari Belanda pada tahun 1934. Dulunya, kampung ini berada di puncak gunung. Kemudian padatahun 1942, Kampung adat Gurusina dipindah ke wilayah yang sekarang. Terdapat tiga marga yang menghuni kampng ini, yaitu Kabi, Ago gasi, dan Ago ka’e. Ketiga marga tersebut masih memiliki hubungan keluarga dan darah.

Salah satu keunikan dari Kampung adat Gurusina yaitu keberadaan 33 rumah adat yang dibuat dari bambu dengan atap terbuat dari alang-alang. Untuk rumah induk terdapat hiasan pada bagian atas atap. Hiasan ini juga menandakan bahwa rumah tersebut merupakan rumah adat yang utama. Sementara itu, tanduk kerbau juga dijadikan hiasan di bagian depan rumah Kampung adat Gurusina. Tanduk kerbau ini sebagai bentuk dari kekayaan, kebesaran harta, serta kejayaan dari setiap warga yang menghuni rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here