Beruntung aku mempunyai peluang mencicipi kuliner sangat jarang satu ini. Tetapi, bukan di Gorontalo, melainkan di Parigi Moutong, kabupaten yang jadi batasan sebelah barat dari provinsi yang pula diketahui dengan kain kerawangnya itu.

Perkenalan aku dengan binte biluti terjalin dalam masa pandemi corona yang memforsir buat di rumah aja. Sesuatu hari kala memandang artikel seseorang sahabat dengan foto jagung manis yang begitu menggoda buat dicicipi, aku juga mendaftarakan diri buat ikut memesan dagangan yang dijual oleh anak wanita berdarah Gorontalo itu. Dekatnya jarak antara Provinsi Gorontalo serta kabupaten Parigi Moutong membuat banyak warga etnis Gorontalo tinggal di daerah ini, spesialnya di Kelurahan Bantaya.

Binte biluti bisa dinikmati dengan harga 15. 000 rupiah per jatah. Jumlah itu telah tercantum ongkos kirim beserta kemilan dengan rasa yang penuh kejutan ini, datang di pangkuanmu.

Yakinkan alamatmu masih di seputaran Kota Parigi ya. Tetapi bila tidak, jangan pilu dahulu, masih terdapat peluang mencicipinya bila sesuatu dikala nanti kalian berkunjung ke Kabupaten Parigi Moutong. Ataupun langsung di wilayah asalnya, Provinsi Gorontalo.

BACA INFO LAINNYA
loading...

Walaupun muncul dengan tampilan simpel, proses pembuatan binte biluti memerlukan ketelatenan serta trik spesial. Bahan- bahan yang digunakan pula wajib dalam kondisi fresh sebab jagung manis hendak menurun rasa manisnya bila sudah ditaruh dalam waktu lama.

Sehabis mendapatkan jagung manis fresh, biji jagung dipisahkan dari tongkolnya dengan metode dipipil ataupun diiris. Berikutnya, jagung disangrai sampai matang, kemudian ditambahkan sedikit minyak kelapa buat membagikan dampak glowing pada jagung. Proses menyangrai jagung memakan waktu yang lumayan lama serta wajib tidak berubah- ubah diaduk supaya segala jagung matang menyeluruh.

Sehabis jagung matang, proses pembuatan binte biluti dilanjutkan ke bagian meracik sambal kelapa. Terdapat 2 tipe sambal kelapa yang bisa dijadikan bagaikan pendamping menikmati lezatnya binte biluti, ialah sambal kelapa dengan kombinasi bunga pepaya serta sambal kelapa dengan kombinasi jantung pisang, yang oleh warga Gorontalo diketahui dengan nama Gohu Putungo.

Dalam pembuatan sambal kelapa, kelapa yang digunakan merupakan kelapa yang masih mengkal. Sehabis kelapa dikukur memakai kukur/ parutan kelapa tradisional, bumbu yang terdiri dari bawang merah serta cabai diulek dengan bonus garam seperlunya. Berikutnya, bumbu dicampurkan dengan bunga pepaya yang sudah direbus, parutan kelapa, serta daun kemangi kemudian diaduk sampai menyeluruh.

Proses ini pula dicoba pada sambal kelapa dengan bonus jantung pisang. Kelainannya, bila bunga pepaya direbus terlebih dulu, jantung pisang yang digunakan membuat Gohu Putungo tidak wajib dimasak alias mentah. Dalam perihal inilah diperlukan trik spesial sebab jantung pisang menghasilkan banyak getah pada dikala diiris.

Buat lebih menaikkan kelezatannya, umumnya para pembuat meningkatkan ebi. Sehabis seluruh proses itu berakhir, binte biluti siap dihidangkan. Agara rasanya lebih mantap, tambahkan perasan jeruk nipis serta sebagian helai daun kemangi.

Aneka bahan dengan bermacam rasa serta aroma khas membuat binte biluti berikan kejutan dalam tiap kunyahannya. Rasa manisnya jagung, gurihnya kelapa, sedikit pedas dari cabai, dan segarnya daun kemangi serta jeruk nipis membuat indra perasa terus menjadi kaya hendak pengalaman. Sesekali kita hendak diguncang oleh sensasi rasa getir yang berasal dari bunga pepaya serta sepatnya jantung pisang. Betapa binte biluti kaya hendak cita rasa.