Indonesia merupakan negeri yang mempunyai kemampuan alam yang sangat luar biasa. Tanahnya produktif dapat ditanami apa saja, kandungannya juga dapat ditambang sebab menaruh faktor yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. Manfaat itu masih terdapat bersamaan lengkapnya keelokan panorama alam Indonesia yang dapat dinikmati siapapun, salah satunya merupakan estetika yang tersaji pada obyek wisata gua.

Indonesia menaruh banyak obyek wisata gua yang dinobatkan bagaikan gua yang tercantik di daratan Asia Tenggara. Orang awam dapat saja menyangka remeh keelokan panorama di dalam gua, tetapi bila berkesempatan berkunjung ke dalamnya dipastikan keindahannya memanglah tiada duanya. Paling tidak Indonesia mempunyai 6 gua yang pantas diperhitungkan buat didatangi sebab keindahannya. Mana saja?? Yuks kita Jellajah bersama.

  1. Goa Gong, Pacitan

Satu kata yang pantas tersemat buat Goa Gong merupakan, fantastis! Di daerah Asia Tenggara, boleh dibilang Goa Gong merupakan salah satu goa tercantik yang sangat sayang bila tidak didatangi. Goa Gong menyuguhkan eksotisme panorama alam stalaktit serta setalakmit yang elok, dan diiringi latar sinar yang sangat luar biasa.

Goa Gong terletak di Desa Bomo, Kabupaten Pacitan, dekat 30 kilometer dari pusat Kota Pacitan. Dari Yogyakarta, Kamu dapat mengarah kota ini lewat Wonosari Gunungkidul, Solo, ataupun jalan Ponorogo. Jalan termudah buat mengarah Goa Gong dapat memakai kendaraan dari Kota Solo sebab jalannya yang relatif halus berliku naik turun khas pegunungan. Goa Gong berlokasi dekat 12 kilometer dari Goa Tabuhan, tujuan wisata Pacitan lain yang tidak kalah menariknya.

BACA INFO LAINNYA
loading...
  1. Gua Jomblang, Yogyakarta

Gua Jomblang ialah salah satu dari ratusan gua di lingkungan Gua Gunungkidul yang populer sebab keunikan serta keindahnnya yang tidak terbantahkan. Terletak di rentetan perbukitan karst pesisir selatan yang memanjang dari Gombong, Jawa Tengah sampai kawasan karst Pegunungan Sewu, Pacitan, Jawa Timur, Gua Jomblang berupa vertikal dengan jenis collapse doline yang tercipta akibat amblesnya tanah beserta vegetasi yang terdapat di atasnya ribuan tahun yang lalu.

Reruntuhan ini ambles ke dasar bumi serta membentuk sinkhole ataupun sumuran yang dalam Bahasa Jawa diucap bagaikan luweng. Sebab itu gua yang mempunyai panjang mulut gua dekat 50 m ini kerap diucap dengan nama Luweng Jomblang.

  1. Goa Petruk, Kebumen

Goa Petruk, yang berlokasi di Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Bapak, Kabupaten Kebumen, mempunyai keelokan alami yang luar biasa. Walaupun jalan ke medan Goa Petruk sudah dibenahi, Goa Petruk senantiasa melindungi kealamiannya di dalam goa. Stalaktit serta stalagmite di dalamnya membuat bermacam- macam wujud seksotis semacam mayat, buaya, serta lumbung.

Goa bertingkat 3 ini cenderung basah serta lembab dengan sungai, beberapa sendang serta air terjun. Di tingkatan dasar, terdapat taburan kotoran kelelawar serta serangga kecil yang menjamin alaminya kawasan ini. Di langit- langit goa pula ada bermacam- macam tetesan air yang menaikkan keelokan Goa Petruk. Di tigkat kedua, dihubungkan dengan batu terjal dengan kemiringan 45 derajat, sendang, serta air terjun kecil. Goa ini ialah salah satu goa yang terindah di sejauh Pulau Jawa.

  1. Gua Pindul, Gunungkidul

Gua Pindul terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Buat menyusuri Gua Pindul, para wisatawan harus menaiki ban pelampung di atas aliran sungai dasar tanah yang terdapat di dalam gua. Aktivitas ini dinamakan Cave Tubing. Aliran sungai yang terletak di dalam Gua Pindul berasal dari mata air Gedong 7.

Aliran sungai hendak bawa para wisatawan dari mulut gua hingga ke ujung gua sejauh 350 m. Di bagian dalam gua ada bagian kecil yang cuma dapat dilewati satu ban pelampung sehingga para wisatawan wajib bergantian satu per satu buat melewati bagian ini. Penulusuran Gua Pindul memakan waktu sekitar satu jam ekspedisi yang berakhir pada suatu dam.

  1. Goa Barat, Kebumen

Goa Barat ialah salah satu goa yang terletak di kawasan Karst Gombong, Desa Jatijajar, Kecamatan Bapak, Kabupaten Kebumen. Nama Goa Barat berasal dari Bahasa Jawa yang berarti Goa Angin. Bagi juru kunci, goa ini diberi nama Goa Barat( Goa Angin) sebab dari dalam goa senantiasa menghembuskan angin ke luar mulut goa.

Bagi petugas obyek wisata, jalan ke dalam Goa Barat dipetakan oleh regu dari Perancis yang melaksanakan riset dekat tahun 1880- an. Buat menyusuri Goa Barat yang mempunyai panjang 6, 5 kilometer ini dibutuhkan waktu 5 jam. Goa Barat kadangkala pula diucap bagaikan“ Kratonan” sebab sesekali goa ini nampak semacam keraton serta bebatuan di situ seakan hidup akibat terus berkedip apabila terserang sinar.

  1. Goa Surupan, Kebumen
GUA BATUGAMPING SURUPAN KEBUMEN Gua yang terletak di Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua surupan berarti air yang nyurup, dahulu jaman dahulu tiba seorang pengemis di kampung ini, kemudian meminta sedekah kepada Aki Sopal, karena tidak diberi, kemudian pengemis tersebut menghukum Aki Sopal dengan banjir bandang, dan ia hanyut ke dalam gua Surupan. Kepercayaan penduduk sekitar, gua ini dijaga Aki Sopal, sambil memegang kapak. Sungai Simerak yang berhulu di gunung Gadung, melalui gua Surupan, dibagian pintu utara, dan menembus di selatan disebut mulut gua Sawangan, berakhir di air terjun terjal, ketinggian sepuluh meter . Pada jaman keraton di daerah Ayah. Konon seorang anak sakit, kemudian disayembarakan, bagi yang bisa menyembuhakan dengan membawa sarang walet sebagai obat, maka akan diangkat menjadi mantu. Akhirnya burung walet tersebut ada di Gua Pondok, terlihat dari Gua Sawangan, yang berarti memandang.Bagi masyarakat lokal, gua ini dimanfaatkan untuk memancing udang, lele dan ikan tawar jenis lainya dibagian mulut gua yang menghadap ke arah pantai Ayah. Total panjang yang telah dipetakan kurang lebih 478 m, dengan tinggi dan lebar atap rata-rata 8-10 m. Pergerakan merunduk hingga di dominasi bebas berdiri. Didapati biota khas gua, seperti kalacuka, kalacemeteri kelelawar dan antropoda. Karena aliran air adalah sungai permukaan yang dilalui beberapa pedesaan, maka didapati sampah plastik hingga rumah tangga. Berberapa ornamen gua telah menjadi fosil, kemungkinan karena perubahan dipermukaan. Perjalanan diakhiri di air terjun ketinggian 5 meter,dan didapati telaga dengan diameter 30 meter, tinggi atap 10 meter. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke mulut luar gua, menghadap ke arah selatan, pantai Ayah, Kembumen. Dibagian luar gua, air jatuh membentuk air terjun, dengan ketinggian kurang lebih 30 meter, kemudian saluran air ini berakhir di pantai selatan. © 2014 Deni Sugandi

Goa Surupan ialah salah satu dari 100 goa yang terletak di Kawasan Karst Gombong Selatan. Goa yang berlokasi di Kecamatan Bapak, Kabupaten Kebumen ini sangat populer di golongan pecinta alam serta para periset lokal ataupun mancanegara sebab mempunyai keelokan stalakmit serta stalaktit. Ornamen di dalamnya pula sangat indah melekat di bilik lorong goa serta di dasarnya.

Hewan semacam kelelawar, srewiti, lawet, udang, pelus, serta kura- kura endemik dapat ditemui di dalamnya. Goa Surupan pula mempunyai sungai dasar tanah yang lumayan deras airnya. Sungai ini mengalir dari Bukit Gadung serta melewati perkampungan di sekitarnya. Masyarakat perkampungan wajib lumayan berhari- hati bila sesuatu waktu di masa penghujan terjalin banjir bandang dari sungai dasar tanah di Goa Surupan ini.

Nah, itulah beberapa destinasi liburan ke gua di indonesia yang di jamin keindahannya. Yuk agendakan liburanmu dan kita Jellajah bersama.